Copy paste teks/source code antar komputer dengan cepat
Di kantor, saya kerap kali menggunakan laptop berbarengan dengan desktop saya. Kadang-kadang saya ingin cepat-cepat copy paste sebuah teks dari dekstop ke laptop saya seperti misalnya link url ataupun sebaris source code. Selama ini untuk melakukan hal itu, saya mau tak mau harus mengcopy teks tersebut ke sebuah file teks dengan notepad kemudian dipindahkan dengan menggunakan flash disk.
Kadang-kadang saya juga ingin melakukan copy paste sebuah teks dari komputer di rumah untuk dipakai di kantor. Permasalahan kecil tetapi merepotkan sekali.
Untung ada website sederhana yaitu LodgeIt! yang sangat membantu saya. Hasil copy paste bisa bertahan 30 hari lagi dan bisa diformat sesuai dengan keinginan kita apakah dalam bentuk C++ atau SQL atau teks biasa. Website bisa dikunjungi di http://paste.pocoo.org/
Selamat copy paste!
Apakah anda kekanak-kanakan?
Saya akhir-akhir ini banyak melakukan introspeksi diri khususnya dalam hal kekanak-kanakan (childish). Setelah banyak bertukar pikiran dengan teman saya dan mendengar masukan dari tante saya, saya mendefinisikan kekanak-kanakan sebagai berikut:
1. Suka menyalahkan orang lain setelah berada dalam kepanikan atau ketika sesuatu yang salah terjadi
Dulu ketika SMA saya juga suka melakukan hal tersebut. Kadang-kadang kalau saya terdesak (panik) mengerjakan tugas saya, saya bisa mencari kambing hitam dalam segala hal. Saya bisa menyalahkan teman saya, guru saya, waktu dan semuanya. Pokoknya ada yang harus salah deh!
Setelah beberapa saat, saya mulai menyadari bahwa hal tersebut tidak menyelesaikan masalah. Saya sadar bahwa sebenarnya siapapun yang salah, tidak ada gunanya mempermasalahkan itu ketika masalah utamanya belum selesai (tapi bukan berarti saya akan anggap lalu kesalahan mereka kalau memang mereka terbukti bersalah). Saya lebih suka menyelesaikan dulu masalah itu sampai tuntas.
2. Mudah menyerah ketika situasi tidak mendukung
Mereka yang kekanak-kanakan terus hidup di dalam comfort zone mereka sendiri. Hidup mereka selama ini dipermudah oleh orang tua mereka sehingga apabila ada sedikit kesulitan saja, hati mereka ciut dan mereka angkat tangan tanpa ada perlawanan berarti. Jika kita mau meninggalkan masa kekanak-kanakan kita, kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa semua hal itu butuh perjuangan, dan jangan bergantung pada pertolongan orang tua atau orang lain lagi.
3. Tidak mau bertanggung jawab
Mungkin ini yang paling menjadi dilema di kalangan remaja sekarang. Saya sebagai seorang dosen sering melihat mahasiswa-mahasiswa yang sehari-harinya dipenuhi oleh apa yang dia sukai saja. Dia tidak ingin bekerja, juga tidak ingin belajar. Mereka berpikir kalau seandainya mereka gagal di kampus sekalipun, masih ada pekerjaan orang tuanya yang bisa mereka lakukan. Alternative thinking seperti ini lah yang membuat mereka sering melupakan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka.
4.Egosentrik
Banyak orang hidup dengan pandangan seakan-akan dunia berputar hanya untuk dia saja. Mereka kerap kali melakukan sesuatu tanpa memperhatikan perasaan orang lain. Menurutku orang tipe seperti ini adalah orang yang paling kekanak-kanakan.
5. Hidup hanya untuk hari ini
Banyak orang yang kekanak-kanakan hidup hanya untuk hari ini saja. Mereka merokok, mereka berjudi, mereka berfoya-foya seakan-akan besok tidak ada lagi. Padahal sesungguhnya, hari esok itu ada, begitu juga dengan hari pada 50 tahun yang akan datang. Dibutuhkan persiapan yang matang di hari ini agar kelak tidak menyesal.
3 comments