Oleh: hardyhuang | September 20, 2009

Menang di debat bukan segalanya

Konflik tak terhindarkan di hidup ini. Jika anda mau menghindari konflik anda harus mengisolasikan diri dari peradaban manusia, itu pun saya tidak akan jamin kalau anda bisa menghindari yang namanya konflik. Di film Castaway, Tom Hanks yang terdampar di pulau tak berpenghuni pun bisa konflik dengan sebuah bola voli. Jika melibatkan dua pihak, hampir bisa dipastikan terjadi debat di dalam sebuah konflik.

Ketika saya masih duduk di bangku sekolahan, saya menganggap debat itu sebagai sebuah perjuangan untuk mencapai kemenangan. Apapun caranya, apapun kondisinya, saya harus memenangkan debat itu. Saya membentuk klub debat ketika saya duduk di bangku perkuliahan dan benar-benar mengfokuskan diri untuk memenangkan debat itu. Kadang-kadang sangking tak inginnya kalah dalam sebuah debat, saya sering silap dan malah melukai hati lawan debat saya. Saya mungkin menang dalam perdebatan, tapi saya telah gagal menyelesaikan konflik dan membentuk konflik baru dengan lawan debat saya untuk jangka panjang.

Dale Carnegie pernah mengatakan bahwa dalam debat tidak ada pemenangnya. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Kadang-kadang dalam perdebatan kita begitu ingin menang sehingga kita lupa akan tujuan kita. Seharusnya kita menyelesaikan konflik, memperbaiki masalah, dan meluruskan permasalahan dengan orang yang salah paham dengan kita. Alih-alih menyelesaikan konflik, kita malah membuat konflik baru yang tak terdeteksi di hati orang itu. Apalagi jika kita dengan sengaja menyerang ke personal seseorang, kita mungkin merasa bangga ketika lawan mundur tapi orang yang melihat dari samping akan meremehkan bahkan menertawai kita.

Alangkah konyolnya, yang awalnya ingin menunjukkan kita benar, malah kita menjadi bahan olokan di belakang kita. Ada seorang kolega saya yang terobsesi ingin memenangkan semua perdebatan walaupun sudah jelas kalau dia yang salah. Karena dia adalah seseorang yang memiliki artikulasi yang bagus, dan pintar maka dia hampir selalu menaklukkan lawan debatnya dalam setiap hal. Tetapi saya tau kalau itu bukan kemenangan sebenarnya, itu kemenangan semu. Karena setiap lawan debat dia yang kalah, bahkan orang yang menonton (secara praktis hampir semua orang) membuat dia menjadi bahan lawakan dan menganggap dia aneh serta keras kepala. Dan pada akhirnya, tetap tak ada yang setuju dengan pandangan dia. Orang cuma terlalu malas untuk menjawabnya saja.

Jika kita tau kalau menang di debat tak membuat posisi kita lebih baik. Kenapa kita tidak berpikiran dalam sudut pandang yang lain? Saya akui kita memang susah mendapatkan win-win solution, tapi setidaknya kita bisa mengakhiri debat tanpa harus menyakiti lawan bicara, bukankah itu lebih bagus? Be smart.


Tanggapan

  1. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
    Minal Aidin Wal Faizin
    Mohon Maaf Lahir Dan Batin

  2. terima kasih artikelnya sangat berguna utk sya


Beri tanggapan

Your response:

Kategori