Hari ini saya dengan 6 orang anak lab makan nasi Kanda. Ini pertama kalinya saya makan nasi Kanda yang konon katanya salah satu makanan khas Malaysia tetapi campuran bumbunya cukup membuat hati saya berdebar. Takut jatuh sakit pula di Malaysia.Hehe…. Tapi saya coba juga pada akhirnya. Tentunya setelah itu saya minum air putih banyak-banyak loh. Sangking banyaknya kurasa orang di lab pada bingung lihat saya pulang balik toilet beberapa kali.
Walaupun hari ini agak ruwet dalam memilih penginapan. Tapi untung semuanya berjalan lancar. Pertama-tama saya dan Ms L pergi ke salah satu asrama di universiti. Di tempat administrasi saya dapat kunci pintu, akan tetapi nasib memang, kunci dari pintu kamar tersebut ternyata tidak bisa digunakan. Ms L tidak byaisa masuk ke dalam gedung karena perempuan dilarang di sana. Balik saya ke tempat administrasi dikasihnya pintu ruangan nomor 24. Pergilah saya ke ruangan nomor 24 (setelah susah payah karena tempatnya seperti maze di cerita Minotaur) tapi ternyata tidak bisa juga dipakai. Saya coba tes pakai untuk kamar no 24, eh ternyata sukses. Tapi begitu malangnya di dalam hanya ada kerangka ranjang saja. Sangat parah sekali keadaannya. Tapi ya sudahlah saya balik ke Ms L. Beliau bilang lebih baik pergi ke lab terlebih dahulu.
Di lab ada perkara lagi. Tidak ada tempat duduk untuk saya. Ya sudah numpang saya sebentar di cubicle nya Ms L. Saya masih belum diberi assignment oleh Mr R. Ya keluarkan laptop lah, kerjain tugas Model dan Simulasi saya. Sebenarnya tugas model dan simulasi saya gampang sekali. Tapi saya lagi mau main-main dengan teknologi terbaru Java yaitu JavaFX dan mau mencoba menyelesaikan permasalahannya dengan menggunakan salah satu metode Greedy yaitu Djikstra. Sebenarnya dengan aritmatika 20 menit selesainya algoritma dasar. Tapi daripada kosong tidak ada kerjaan. Bagusan otak-atik saja.
Di lab, para programmer menggunakan komputer dengan rata-rata monitor ada lebih dari 2 buah. Bahkan ada yang sampai 4 monitor. Di lab itu ada 3 divisi yang berbeda. Orang melayu sedikit saja. Ada orang Indonesia, India, Prancis, Chinese, Arab dan lain-lain. Bahasanya pun campur aduk di sana. Bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, Indonesia, Hokkien dan tentunya India. Pusing saya lihat.
Selang beberapa saat, saya dapat meja saya. Tapi tiba-tiba ada orang India Arab yang datang dan mengklaim bahwa ini mejanya. Walah. Saya suruh dia tanyakan Ms L saja, karena kan Ms L yang persilakan saya duduk di sana. Tapi ternyata bahasa Inggris ku tidak konek dengan konek dengan bahasa Inggrisnya. Dia bicara cepat kali dan lari-lari intonasinya. Bingung gua. Dia sendiri bingung dengan bahasa Inggris saya. Akhirnya dia ke administrasi, ketemu dengan orang India yaitu Ms Le. Oleh Ms Le, katanya dia tidak boleh duduk di tempat nya lagi karena dia sudah pindah dari research ke mix mode. Tapi orang India Arab itu tetap bersikeras kalau surat keputusan belum keluar jadi dia masih berhak duduk di sana. Akhirnya datang satu orang Chinese yang menyarankan agar besok saya pindah ke tempat lain, kebetulan ada orang Arab lain yang mau meminjamkan tempatnya untuk saya. Yup. Mr Nice Guy. Katanya besok untuk satu minggu dia tidak datang. Ya sudah saya duduk di sana selama satu minggu sampai orang India Arab itu dah resmi keluar dari lab.
Lanjut ke masalah penginapan. Ms L menemukan satu tempat yang lumayan bagus yaitu di gedung sebelah Mr R dan dia sendiri. Harganya Rm 200 per bulan. Di apartemen itu ada 3 kamar. Satu kamar diisi oleh 3 orang cewek S1. Yang satunya kosong. Satu lagi ya wa loh.Oke lah, gua pindah kesana untuk beberapa saat. Nanti baru pikir lagi selanjutnya. Toh dari kampus wa dah acc. Tunggu apa lagi leh?
btw, pusing gak ama bahasa Inggris nya orang Arab/Pakistan/India ?

Kalo orang chinese yg native di Penang, itu biasanya mereka bisa hokkien, jadi tenang deh
Kalo di Singapore sini, hokkien mereka beda dengan hokkien kita, jadi saat ngobrol perlu garuk-garuk kepala dikit
Oleh: Eon Strife on April 22, 2008
at 3:31 pm
Iya pusing jg. Udah cepat, cau im lagi. Cewek di kos gua ga bisa bahasa hokkien ar. Dia datang dari serawak dan pake bahasa fujian (begitulah klaim dia).
Oleh: hardyhuang on April 22, 2008
at 4:19 pm
wakakaka, ri pertama ktemu OTK “kparat”, ri kedua ktemu orang Arab, ari ketiga ktemu sapa lagi ne ya ?
Cau im ,tapi pede ya bahasa mereka.. blm prnh k sana sih soalnya <hik
Yup, bang Hardy sukses terus, ciao yo..
Maju trus, maju tak gentarrr
Oleh: wingfield on April 22, 2008
at 5:42 pm
Loh, saya kira bahasa fujian itu sama dengan hokkien ?
Oleh: Eon Strife on Mei 2, 2008
at 2:04 pm
wah, ternyata bang hardy menyimpan posting an di sini toh.. hehehehe
emk tuh bhs org arab pd gt, dl di genting, jg diajak ngmg ma pengusaha arab, prtama nya : #?!@?!
ngk ngerti.. whahaha.. tp setelah 2 kalimat, br w nangkep, dan ljt ngobrol..
Oleh: yenty on September 6, 2008
at 9:40 am