Oleh: hardyhuang | September 19, 2007

Butterfly Effect di hidup kita

Ada satu istilah yang sangat menarik yaitu istilah butterfly effect atau efek kupu-kupu. Satu tindakan yang kecil bisa saja menimbulkan serangkaian kejadian yang akhirnya menghasilkan satu hasil yang sangat besar dampaknya pada lingkungan itulah yang disebut efek kupu-kupu. Kenapa ada kata kupu-kupu di dalamnya? Pertama kali kata kupu-kupu digunakan oleh Philip Merilees pada tahun 1972 yaitu satu kepakan kecil dari sayap kupu-kupu di Brazil bisa menghasilkan tornado besar di Texas.

Di dalam hidup kita efek kupu-kupu juga bisa terjadi. Kejadian yang sangat kecil bisa saja menimbulkan efek yang sangat besar. Contoh yang paling nyata itu bisa dilihat langsung di kehidupan kita. Saya bisa ceritakan hidup saya sekarang yang mungkin adalah hasil dari keputusan kecil yang saya ambil dulu.

Ceritanya bermula 3 tahun yang lalu. Tidak ada yang spesial terjadi pada masa itu, cuma saja pada hari itu dari pihak kemahasiswaan akan merekrut panitia orientasi mahasiswa baru. Saya tertarik untuk ikut kegiatan kemahasiswaan tersebut walaupun nantinya kerja akan keras dan bisa dibilang honornya tidak memadai(namanya juga kegiatan kemahasiswaan he he). Saya lamar dan berhasil dipilih melalui serangkaian seleksi dari 350 orang pelamar waktu itu.

Masih tidak ada yang spesial. Ini hanyalah acara kemahasiswaan biasa. Paling juga tambah pengalaman dan tambah teman, itu pikir saya waktu itu. Tapi dalam acara kepanitiaan tersebut lah, saya mengenal seorang sosok yang luar biasa. Dia adalah atasan saya yang pertama yaitu Alex Prawira Maslo. Beliau sendiri pada waktu tersebut adalah pimpinan redaksi dari tabloid kampus yang sekarang. Saya mengenal dia secara langsung dalam kegiatan kemahasiswaan tersebut.

Nah melalui dialah saya tiba-tiba ada satu ketertarikan akan redaksi yang dia pimpin. Saya tidak tertarik pada tabloidnya, tapi tertarik pada sosoknya. Well, waktu itu saya hanyalah mahasiswa biasa yang belum ada satu kegiatan pun di kemahasiswaan. Datang, kuliah, cabut pulang. Saya melamar ke redaksinya dan terpilih juga setelah mengalami berbagai seleksi(satu hal yang saya banggakan adalah saya belum pernah gagal dalam wawancara apapun sampai hari ini ^_^).

Resmilah saya sebagai wartawan dan marketing pada redaksi Mikroskil News(nama tabloid) waktu itu. Saya bergabung hanya dalam waktu yang sangat singkat sekali yaitu 6 bulan. Waktu itu, Ko Alex mendapat tawaran yang lebih menarik dari tokoh partai di kota Medan yaitu Sofyan Tan untuk bergabung bersama NGO pimpinannya waktu itu sehingga dia memutuskan untuk berhenti dari jabatan pimpinan redaksinya waktu itu. Saya sendiri juga mendapat tawaran dari jurusan Teknik Informatika kampus saya untuk menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan waktu itu(saya bisa dapatkan jabatan ini juga karena saya didorong secara mental oleh Ko Alex untuk meraih jabatan tersebut). Waktu itu saya juga menjabat sebagai Wakil Ketua Klub Debat Bahasa Inggris(bisa dapat pangkat ini juga karena saya bertemu dengan Erwin Ketua Klub Debat Bahasa Inggris yang waktu itu juga bekerja di Mikroskil News).

Sekeluarnya Ko Alex dari Mikroskil News, Mikroskil News dipimpin oleh suksesornya yang tidak begitu berbakat menurut saya. Walaupun saya tidak bergabung ke dalamnya, saya tau peforma Mikroskil News terus turun sampai akhirnya suksesornya mengundurkan diri. 2 tahun telah lewat pada saat hal itu terjadi. Saya sendiri sudah pada masa akhir jabatan saya sebagai Ketua HMJ.

Mikroskil News diambil ahli oleh Pak Wilianto, kebetulan dia kekurangan orang desain layout dan cover. Saya yang berpengalaman di Mikroskil News memutuskan untuk bergabung kembali ke Mikroskil News dan mencoba untuk mengembalikan kejayaannya walau tidak 100%(yah minimal tiap bulan tetap eksis terbit lah).

Beginilah kondisi saya sekarang, punya pekerjaan yang menyenangkan. Bisa dapat pekerjaan part time dan tetap eksis sebagai mahasiswa. Sekarang saya diberi kepercayaan oleh Pak Wilianto untuk mengatur semua masalah Mikroskil News dari desain, atur rapat dengan wartawan, sampai pengepakan dan distribusi Mikroskil News. Walau status desainer, tapi kerjaan seperti wakil pimpinan redaksi he he he….

Saya mungkin tidak akan mencapai semua itu. Ketua HMJ, Wakil Ketua Klub Debat, Staf tetap Mikroskil News dan bahkan sekarang bisa dibilang hampir semua civitas STMIK Mikroskil kenal saya. Hampir semua ketua jurusan, bahkan sampai Ibu Tien dan Pak Bambang anak dari ketua yayasan pun kenal saya ha ha ha…. Itu semua karena keputusan saya untuk bergabung dengan panitia orientasi mahasiswa baru. Jika saya memutuskan untuk tidak bergabung hari itu mungkin saya hanyalah mahasiswa biasa yang datang, kuliah, cabut pulang. Itulah butterfly effect. Jadi lain kali kalau anda diberi peluang untuk mengerjakan sesuatu, ingatlah hal ini, anda tidak boleh memperhitungkan hasilnya yang kadang-kadang hanya bersifat untuk jangka pendek. Tapi bisa saja suatu hal yang hebat akan terjadi pada anda hanya karena keputusan kecil yang anda ambil hari itu.

Hardy Huang


Tanggapan

  1. Go and watch a movie called “The Butterfly Effect”, They said that it’s a good movie…

  2. Pinjam dong ha ha ha….

  3. WAH2..KEREN HARDY…DO YOUR BEST..HAHAHA…

  4. yup2.. sometimes we just don’t realize the effect, do we?
    y dl jg kl g maksain jam krj bt nrima tawaran dr pak andri bt jd asdos, i won’t have this job right now also.. learn lots of stuffs, terupdate ma software2 br,, tuh g trnilai jg.. hehe..

    but u have done all well… bravo! ^^

  5. tp gimana carax satu kepakan menghasilkan tornado,, zy br demgar sih


Beri tanggapan

Your response:

Kategori